Situs Resmi Desa Suter
Logo

0366 - 91011

  • Terwujudnya masyarakat Desa Suter yang SANTI - Sejahtera, Aman, Nyaman, Tertib, dan Indah - berlandaskan Tri Hita Karana
  • Selamat Datang di Website Resmi Desa Suter, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli
Selasa Wage
Logo

I Wayan Nyepeg

Kepala Desa

Selamat Datang di Website Resmi Desa Suter, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli


Foto Galeri

Foto program KKN XIII UDAYANA 2016

LIHAT LAINNYA

Video Galeri

Kebudayaan

LIHAT LAINNYA

Jajak Pendapat

Apakah website ini sangat baik untuk kemajuan Desa Suter?

    Res : 17 Responden

Baca Artikel

KKN XII UDAYANA 2016

Oleh : suter | 22 Agustus 2016 | Dibaca : 367 Pengunjung

Kuliah Kerja NyataPembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) merupakan suatu kegiatan intrakurikuler wajib di Universitas Udayana yang memadukan Tri Dharma Perguruan Tinggi, dimana melalui kegiatan ini diharapkan mahasiswa mendapatkan pengalamn belajar sekaligus menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi semasa dibangku Perguruan Tinggi dalam pemberdayaan masyarakat. KKN-PPM ini dilaksanakan dibeberapa wilayah atau desa di Bali. Salah satu wilayah yang menjadi lokasi KKN-PPM Universitas Udayana adalah Desa Suter, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.

            Desa Suter terletak sekitar 68kilometer timur laut kota Denpasar dan 28kilometer utara kota Bangli.Secara geografis, Desa Suter terletak pada ketinggian 1200 m dari permukaan air laut, dengan curah hujan 1.513,5 cm/Th dan suhu  udara rata-rata desa adalah 22-28oC sehingga Desa Suter senantiasa diselimuti hawa sejuk.

            Secara garis besar, Desa Suter luas wilayahnya mencapai 412 Ha yang telah dimanfaatkan menjadi bangunan umum seluas 7,20 Ha, Pemukiman warga seluas 22,41 Ha, tanah perkuburan seluas 4 Ha, tanah pekarangan seluas 22,41 Ha, perladangan seluas 264,19 Ha. Sedangkan tanah yang belum dikelola masih berupa hutan saeluas 91,9 Ha. Batas wilayah Desa Suter yaitu di sebelah utara adalah Hutan Wisata, Timur Banjar Dinas Pemutran Desa Pembpatan, Selatan Banjar Dinas Waringin Desa Pempatan dan Barat Banjar Dinas Mukus Desa Terunyan. Desa Suter terdiri dari 5 dusun yaitu Dusun Bubung, Dusun Peselatan, Dusun Suter, Dusun Beluku, dan Dusun Mundukwani.

Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala desa Suter jumlah penduduk di desa tersebut pada tahun 2014 adalah sebanyak 1.929jiwa dengan penduduk laki-laki sebanyak 1003jiwa dan perempuan 926jiwadengan total Kepala Keluarga (KK) yang tercatat 525 KK.. Penduduk di Desa Suter adalah mayoritas beragama Hindu sebanyak 1919 orang dan tingkat pendidikan terbanyak adalah tamat Sekolah Dasar (SD) yaitu sebanyak 1.172orang. Desa ini memiliki luas 1024 Ha. Luasnya lahan yang tersebar di desa Suter serta keadaan iklimnya berhubungan dengan mata pencaharian penduduk desa Suter yang sebagaian besar adalah di bidang pertanian dan perkebunan sesuai dengan keadaan topografinya yang merupakan daerah pertanian. Keadaan iklim dari desa Suter yang terbilang sejuk sangat cocok untuk tanaman perkebunan jenis tertentu, seperti jeruk, kopi arabika, aneka jenis sayuran dan jagung. Disamping sektor perkebunan, sektor peternakan juga merupakan mata pencaharian sampingan dari sebagaian besar masyarakat desa Suter seperti ternak sapi, babi dan ayam.

Saat ini 80% penduduk Desa Suter cenderung bermata pencaharian sebagai petani dan 20% lainnya mengembangkan usahanya dalam bidang peternakan, wiraswasta/pedagang, dan pertukangan. Desa Suter memiliki perkebunan jeruk yang luas, bahkan menjadi salah satu komoditi favorit di daerah tersebut. Hasil panen jeruk di Desa Suter dikatakan hingga saat ini masih sangat menjanjikan. Namun, masyarakat desa dengan hasil panen yang cukup menjanjikan tersebut dikatakan tidak mendapatkan keuntungan yang sebanding. Hal tersebut nampaknya dikarenakan masyarakat desa lebih memilih untuk menjual hasil panennya langsung yang sering kali harganya jatuh saat dipasaran, atau tidak laku dan buah menjadi busuk dan akhirnya merugi. Tentu saja hal tersebut dapat ditanggulangi apabila masyarakat desa mau menfaatkan hasil panen jeruk tersebut menjadi suatu produk olahan yang tentu saja akan lebih menguntungkan. Namun, akibat keterbatasan pengetahuan, alat dan sumberdaya manusia hal tersebut sulit untuk diwujudkan. Kendala utama dari hal tersebut adalah masih rendahnya ketertarikan dan keberanian untuk mencoba hal baru, seperti yang disampaikan oleh Bapak Kepala Desa, walaupun telah banyak dilakukan kegiatan sosialisasi namun jumlah masyarakat yang datang selalu saja sedikit.

Desa Suter memiliki beberapa fasilitas infrastruktur, yaitu 1 gedung pemerintahan, 1 Puskesmas Pembantu, 1 Poskesdes, 1 praktek Bidan, 2 fasilitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), 1 Sekolah Dasar (SD), 1 Sekolah Menengah Pertama (SMP),  dan 1 buah yatim piatu. Jalan desa sebagian besar telah teraspal dan dapat dilewati mobil. Secara umum prasarana di Desa Suter terbilang cukup terawat. Sumber air desa kebanyakan adalah dengan menampung air hujan.

Beberapa permasalahan lain yang secara tidak langsung berpengaruh dalam rangka optimalisasi potensi Desa Suter sebagai daerah  pariwisata adalah tumpukan sampah yang tidak dikelola dengan benar pada beberapa sudut di desa Suter, keadaan ini dikarenakan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan yang masih kurang serta fasilitas yang kurang memadai. Fasilitas yang kurang memadai ini dilihat dari kurangnya tempat sampah di Desa Suter sehingga masyarakat juga kesulitan untuk membuang sampah pada tempat yang benar. Maka dari itu masih diperlukan pengadaan tempat sampah di beberapa titik di Desa Suter.

Berdasarkan wawancara dengan Kepala Desa, jumlah penduduk yang mampu berbahasa asing juga terbatas padahal desa ini merupakan daerah pariwisata yang cukup sering didatangi turis domestik maupun internasional sehingga dibutuhkan juga tenaga pengajar yang dapat memfasilitasi warga untuk belajar bahasa asing.

Desa Suter juga memiliki fasilitas kesehatan seperti fasilitas Puskesmas yang terletak di tengah-tengah desa yaitu1posyandu, 1 puskesmas pembantudan 1 praktek Bidan. Puskesmas yang terdapat di desa Suter ini adalah satu-satunya tempat bagi warga untuk mendapatkan akses pelayanan kesehatan di desa ini. Menurut wawancara yang dilakukan pada kepala puskesmas dikatakan bahwa masih banyak penduduk yang kurang memiliki pengetahuan mengenai perilaku hidup bersih dan sehat. Perlu dilakukan suatu survey mengenai permasalahan perilaku hidup bersih dan sehat di masyarakat serta pembinaan terhadap warga mengenai kesehatan.

Seperti yang diketahui, kuatnya tekanan globalisasi terhadap lapisan masyarakat khusunya masyarakat desa yaitu dengan mengubah paradigma pembangunan (development) menjadi paradigma pemberdayaan (empowerment) di dalam pelaksanaan kegiaatan KKN (Kuliah Kerja Nyata). Berdasarkan pemaparan di atas maka dibuatlah beberapa program untuk pelaksanaan KKN PPM UNUD 2016 yang berjudul  “Pemberdayaan masyarakat Desa Suter melalui optimalisasi potensi ekonomi pertanian serta kesadaran hidup bersih dan sehat dengan berlandaskan pendidikan yang berbudaya.”

Program KKN-PPM UNUD untuk periode ini akan dikonsentrasikan di bidang pengembangan potensi ekonomi pertaniandan juga di bidang kesehatan. Melalui program ini diharapkan mahasiswa KKN-PPM UNUD dapat menggali potensi Sumber Daya Alam dan mengembangkan Sumber Daya Manusia yang tersedia. 


Oleh : suter | 22 Agustus 2016 | Dibaca : 367 Pengunjung


Artikel Lainnya :

Lihat Arsip Artikel Lainnya :