Situs Resmi Desa Suter
Logo

0366 - 91011

  • Terwujudnya masyarakat Desa Suter yang SANTI - Sejahtera, Aman, Nyaman, Tertib, dan Indah - berlandaskan Tri Hita Karana
  • Selamat Datang di Website Resmi Desa Suter, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli
Selasa Wage
Logo

I Wayan Nyepeg

Kepala Desa

Selamat Datang di Website Resmi Desa Suter, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli


Foto Galeri

Foto program KKN XIII UDAYANA 2016

LIHAT LAINNYA

Video Galeri

Kebudayaan

LIHAT LAINNYA

Jajak Pendapat

Apakah website ini sangat baik untuk kemajuan Desa Suter?

    Res : 17 Responden

Profil

Sejarah Desa Suter



Dikisahkan pada mulanya Desa Abang ini kena bencana alam sehingga penduduk asli Desa Abang mengungsi dan menetap di Desa Batur, sehingga penduduknya ini disebut Batur Abang. Semula Desa Abang bernama  Airawang ( pada jaman pemerintahan Gunaparya Dharmapatni/Udayana Warmadewayang berkuasa di Bali sekitar tahun isaka 910 s/d 933 atau tahun 988 s/d 1011 m. Penduduknya berasal dari Desa Terunyan  sejumlah 20 KK. Pada  awalnya  Desa Airawang  berada dibawah pemerintahan  Desa Terunyan, kemudian  mohon kepada raja  agar diberikan pemerintahan sendiri sesuai dengan bunyi prasasti  yg bertahun isaka 933 atau tahun 1011 m antara lain berbunyi “  swatantra sewakanya  yang berarti  sejak tahun 1011 M Desa Airawang  terlepas dari pemerintah Desa Terunyan (otonomi).
 
Oleh karena Desa Airawang  terletak di bawah Kaki Gunung Tulukbiyu sehingga penduduknya merasa khawatir terjadi longsor akan tertimbun, lalu semuanya pindah  dan kemudian menetap di Desa Batur, dan sejak itulah di Desa  Batur ada Banjar Abang dan Pura Abang. Sebab kekosongan Desa Airawang itulah  berubah namanya menjadi Desa Abang,yang pada waktu itu dibawah kekuasan Pemerintahan Dalem Nyalian. Sampai-sampai desa-desa lain antara lain Desa Batudinding. Sedangkan Desa Songan di bawah Dalem Taman Bali.
 
Berhubung Dalem Nyalian sering berburu di dalam Hutan wilayah Abang,maka untuk tempat bermalam  Dalem Nyalian diperintahkan 4 kepala keluarga penduduk Desa Tegalwangi yaitu keluarga Ki Pasek Tangkas Kori Agung, untuk memondok diDesa Abang.Kemudian pada suatu ketika wilayah utara Kerajaan Nyalian dan Taman Bali diserang oleh kerajaan Buleleng  dengan pasukan intinya yang dikenal Taruna Goak. Dan penduduk desa-desa yang telah ditaklukkannya  melarikan diri meninggalkkan kampungnya ,diantaranyan Desa Batudinding sejumlah 20 KK, yang melarikan diri dan oleh pemimpinnya di permaklumkannya kepada Dalem Nyalian agar mereka tinggal di Desa Abang, sejak itu Desa Abang berpenduduk 24 KK.
 
Oleh karena Dalem Nyalian dengan Dalem Taman Bali masih hubungan kekeluargaan (keturunan),oleh Dalem Nyalian agar dalem Taman Bali berkenaan mengijinkan salah seorang keluarga Ki Pasek Gelgel di Songan yang sekaligus menjadi Perbekel di Desa Abang. Namun Ki Pasek Gelgel yang ditunjuk tidak bersedia, terkecuali diijinkannya membawa rakyatnya,karena beliau ragu memminpin masyarakat yang belum dikenalnya. Oleh Dalem Taman Bali diperkenaankan membawa 15 KK yg seluruhnya warga Pande, menyeberangai Danau Batur dengan Pedau atau perahu, dan sejak itulah Desa Abang menjadi 40 KK. Sejak itulah Desa Abang semakin lama semakin berkembang dan menjadi 3 (tiga) banjar yaituBanjar Tangkas,Banjar Batudinding dan Banjar Songan, sesuai dengan asal  dari penghuninya. Namun karena semakin lama semakin berkembang, Desa Abang memekarkan diri menjadi 3 (tiga ) Desa yaitu :Desa Abangsongan,Desa Abang Batudinding danDesa Suter.
 
Desa Suter memekarkan diri dari Desa Abang Batudinding tepatnya tanggal 1 Desember 1951. Demikian sejarah singkat Desa Suter yang sampai saat ini penduduk ketiga desamasih membaur menjadi satu wilayah.